Fase dan iluminasi
Fase Bulan ditentukan dari sudut fase geosentris. Iluminasi menunjukkan perkiraan persentase sisi Bulan yang tampak terang dari Bumi.
Cek fase Bulan berdasarkan kota dan waktu lokal: iluminasi, umur Bulan, altitude, arah, waktu terbit/terbenam berikutnya, serta jadwal fase utama.
Fase Bulan ditentukan dari sudut fase geosentris. Iluminasi menunjukkan perkiraan persentase sisi Bulan yang tampak terang dari Bumi.
Umur Bulan adalah perkiraan posisi dalam siklus sinodis sekitar 29,53 hari, dihitung dari sudut fase.
“Terbit berikutnya” dan “Terbenam berikutnya” dicari setelah waktu lokal yang dipilih, sehingga kejadian yang sudah lewat tidak ditampilkan sebagai berikutnya.
Altitude adalah ketinggian sudut dari horizon. Nilai negatif berarti Bulan berada di bawah horizon. Arah memakai azimuth kompas.
Halaman ini membantu mengecek fase Bulan hari ini berdasarkan kota dan waktu lokal di Indonesia. Hasil menampilkan nama fase, persentase iluminasi, perkiraan umur Bulan, altitude, azimuth, serta waktu moonrise dan moonset berikutnya.
Fase Bulan berubah bertahap dalam siklus sekitar 29,53 hari. Bulan Baru, Sabit Muda, Perbani Awal, Cembung Awal, Purnama, Cembung Akhir, Perbani Akhir, dan Sabit Tua merupakan bagian berbeda dari satu siklus yang sama.
Bagian Fase Bulan Utama Berikutnya menghitung Bulan Baru, Perbani Awal, Purnama, dan Perbani Akhir setelah waktu yang dipilih. Waktu mengikuti WIB, WITA, atau WIT dari kota yang dipilih.
Waktu terbit dan terbenam Bulan bergantung pada posisi pengamat. Karena koordinat setiap kota berbeda, waktu moonrise dan moonset juga dapat berbeda.
Tidak persis. Fase adalah nama tahap dalam siklus Bulan, sedangkan iluminasi adalah perkiraan persentase cakram Bulan yang tampak terang dari Bumi.
Tidak. Perhitungan bersifat astronomis dan geometris. Awan, hujan, kabut, bangunan, pegunungan, dan polusi cahaya dapat memengaruhi visibilitas aktual.