Jakarta, 4 Agustus 2026 — Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memasuki masa persiapan menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah meraih dua gelar beruntun di Japan Open dan China Open. Gelar di Changzhou menjadi catatan penting karena mereka mempertahankan trofi China Open sekaligus menundukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, melalui pertandingan tiga gim.
Dalam final di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, Minggu 26 Juli, Fajar/Fikri menang 16-21, 21-19, dan 21-19. Mereka kehilangan gim pertama, kemudian membalikkan keadaan dalam dua gim berikutnya. Kemenangan tersebut memastikan satu gelar bagi Indonesia dari turnamen BWF World Tour Super 1000 itu.
Dua Pekan Kompetisi Berakhir dengan Dua Gelar
China Open menjadi turnamen kedua secara beruntun yang dimenangi Fajar/Fikri. Sepekan sebelumnya, pasangan tersebut juga menjadi juara Japan Open 2026. Rangkaian dua gelar ini menunjukkan kemampuan mereka menjaga performa dalam jadwal padat, menghadapi perjalanan antarkota, adaptasi lapangan, serta pemulihan fisik yang terbatas.
Fajar menjelaskan bahwa tenaga mereka sudah menurun setelah dua pekan pertandingan, tetapi keduanya terus mencari cara untuk bertahan. Ia juga menilai dukungan tim PBSI, termasuk fisioterapis dan proses pemulihan, membantu mereka melewati rangkaian turnamen. Menurut Fajar, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras sekaligus momentum bagi sektor ganda putra Indonesia.
Fikri menyoroti komunikasi di lapangan. Ia mengatakan Fajar tetap memberikan arahan dan semangat ketika kesalahan terjadi. Sikap tersebut membantu menjaga fokus pada poin-poin penting, terutama saat pertandingan memasuki fase kritis pada gim kedua dan ketiga.
Perjalanan Menuju Final Tidak Ringan
Fajar/Fikri harus menghadapi beberapa pasangan kuat sepanjang China Open. Pada babak pertama, mereka mengalahkan Huang Di/Liu Yang dari China melalui tiga gim 21-15, 20-22, dan 21-9. Mereka kemudian menembus perempat final dan semifinal dengan menghadapi lawan dari Korea Selatan, Jepang, serta pasangan unggulan tuan rumah.
Di semifinal, mereka melewati Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 21-19, 14-21, dan 21-19. Pertandingan tersebut berlangsung ketat karena pasangan China mendapat dukungan besar dari penonton. Fajar/Fikri sempat kehilangan momentum pada gim ketiga, tetapi mampu kembali unggul pada poin-poin akhir.
Final menghadirkan tantangan berbeda. Kim Won Ho/Seo Seung Jae datang sebagai pasangan unggulan teratas dan menekan sejak gim pertama. Fajar/Fikri kemudian memperbaiki pola permainan, bertahan dalam reli panjang, dan mengurangi kesalahan pada bagian akhir pertandingan. Dua gim terakhir sama-sama berakhir 21-19, mencerminkan tipisnya selisih di antara kedua pasangan.
Fokus Beralih ke Kejuaraan Dunia
Setelah China Open, Fajar/Fikri menyatakan persiapan akan diarahkan ke Kejuaraan Dunia BWF 2026. Kalender resmi BWF mencantumkan turnamen tersebut berlangsung pada 17–23 Agustus di India. Jeda sekitar tiga pekan memberi waktu untuk pemulihan, evaluasi, dan latihan sebelum menghadapi ajang individu terbesar dalam kalender bulutangkis dunia.
Masa persiapan juga dapat digunakan untuk meninjau pola servis, penerimaan, rotasi bertahan, dan pengelolaan reli ketika menghadapi pasangan dengan karakter berbeda. Dua turnamen beruntun memberi tim pelatih bahan pertandingan aktual untuk menentukan bagian yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki sebelum undian dan jadwal pertandingan Kejuaraan Dunia diumumkan.
Keberhasilan beruntun tidak otomatis menjamin hasil pada turnamen berikutnya. Kejuaraan Dunia menggunakan sistem gugur dan mempertemukan pasangan terbaik dari berbagai negara. Karena itu, kondisi fisik, kesiapan menghadapi variasi lawan, dan kemampuan mengelola tekanan tetap menjadi faktor penting.
Bagi sektor ganda putra Indonesia, kemenangan Fajar/Fikri juga dapat menjadi dorongan bagi pasangan lain. Fajar berharap semakin banyak ganda putra nasional yang mampu bersaing di papan atas, sehingga Indonesia tidak hanya bergantung pada satu atau dua pasangan pada turnamen utama.
Pelajaran dari Dua Gelar Beruntun
Rangkaian Japan Open dan China Open memperlihatkan bahwa konsistensi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyerang. Pemulihan, komunikasi, pengambilan keputusan, dan ketenangan pada skor ketat sama pentingnya. Dalam pertandingan final, satu atau dua kesalahan dapat mengubah arah gim, sehingga kemampuan menjaga fokus sampai poin terakhir menjadi pembeda.
Penggemar bulutangkis dapat mengikuti jadwal dan hasil pertandingan melalui kanal resmi PBSI dan BWF. Informasi dari sumber resmi penting untuk menghindari jadwal yang keliru, cuplikan yang dipotong tanpa konteks, atau akun yang mengatasnamakan atlet dan organisasi.