Selasa, 04 Agustus 2026 Jaringan informasi Nusantara
Indeks RSS Redaksi

SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi Masuki Tahap Daftar Ulang 4–7 Agustus 2026

SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi memasuki tahap daftar ulang pada 4–7 Agustus 2026 setelah pengumuman hasil seleksi calon murid SMP dan SMA.

Bagikan:

Jakarta, 4 Agustus 2026 — Sistem Penerimaan Murid Baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SPMB SNT) Tahun Ajaran 2026/2027 memasuki tahap daftar ulang pada 4–7 Agustus 2026. Tahap ini diperuntukkan bagi calon murid kelas VII SMP dan kelas X SMA yang dinyatakan diterima setelah rangkaian seleksi administrasi dan Tes Bakat Skolastik.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pengumuman hasil seleksi pada 3 Agustus 2026. Orang tua dan calon murid diminta memeriksa hasil melalui portal dan kanal resmi penyelenggara, kemudian menyelesaikan daftar ulang sesuai petunjuk dari lokasi SNT masing-masing. Penggunaan kanal resmi penting untuk menghindari informasi palsu, permintaan biaya yang tidak tercantum, atau pihak yang menjanjikan kelulusan.

Daftar Ulang Berlangsung Empat Hari

Jadwal resmi SPMB SNT mencakup masa pendaftaran pada 21–27 Juli, proses seleksi pada 27–31 Juli, pengumuman hasil pada 3 Agustus, dan daftar ulang pada 4–7 Agustus 2026. Setelah itu, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dijadwalkan mulai 10 Agustus.

Calon murid yang diterima sebaiknya segera memeriksa akun pendaftaran, pemberitahuan sekolah, dan dokumen yang harus dibawa. Dokumen dasar yang sebelumnya digunakan saat pendaftaran meliputi kartu keluarga, akta kelahiran, NISN, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor lima semester, identitas orang tua atau wali, pasfoto, serta surat pernyataan orang tua. Penyelenggara dapat memberikan petunjuk tambahan untuk proses verifikasi akhir.

Apabila terdapat perbedaan data, calon murid perlu menghubungi panitia resmi sebelum batas waktu berakhir. Tindakan ini lebih aman dibandingkan mengirim dokumen pribadi kepada akun media sosial atau nomor yang tidak tercantum pada kanal pemerintah.

Program Awal Berjalan di 17 Lokasi

Pemerintah menyiapkan 37 lokasi SNT pada 2026. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan dan direncanakan menerima murid pada 2027. Secara bertahap, pemerintah menargetkan pengembangan 500 layanan SNT hingga 2029.

SNT mengintegrasikan layanan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan. Model ini tidak hanya mencakup bangunan sekolah, tetapi juga pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas bersama, serta penjaminan mutu.

Pada tahun pertama, penerimaan difokuskan pada kelas VII SMP dan kelas X SMA. Portal resmi SNT menjelaskan bahwa setiap jenjang menyediakan dua rombongan belajar dengan 20 murid per rombongan, sehingga kapasitas awalnya 40 murid untuk SMP dan 40 murid untuk SMA di setiap lokasi.

Persaingan di Sejumlah Lokasi Cukup Ketat

Data Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat per 27 Juli menunjukkan SNT Parung menerima 227 pendaftar. Jumlah itu terdiri atas 138 pendaftar SMP dan 89 pendaftar SMA. SNT Cianjur mencatat 128 pendaftar, terdiri atas 68 pendaftar SMP dan 60 pendaftar SMA.

Dengan kuota awal 40 murid pada setiap jenjang, jumlah pendaftar tersebut menunjukkan proses seleksi yang cukup kompetitif. Seleksi tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga menggunakan Tes Bakat Skolastik untuk mengukur kemampuan penalaran verbal, numerik, pemecahan masalah, dan logika calon murid.

Calon murid juga perlu mencatat jadwal lanjutan setelah daftar ulang, termasuk informasi seragam, perlengkapan belajar, orientasi, dan lokasi kelas transisi. Setiap lokasi dapat memiliki pengaturan operasional yang berbeda, sehingga petunjuk dari panitia setempat menjadi rujukan utama selain jadwal nasional.

Kelas Transisi Disiapkan

Kemendikdasmen menyatakan kegiatan belajar pada tahap awal dapat berlangsung di lokasi operasional sementara yang disiapkan pemerintah daerah, unit pelaksana teknis kementerian, atau bangunan baru yang sudah tersedia. Murid yang diterima tetap berstatus sebagai murid SNT dan tidak perlu mengikuti seleksi ulang saat kegiatan belajar berpindah ke bangunan permanen.

Program SNT dirancang sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan di daerah. Sekolah diharapkan dapat berbagi fasilitas, sumber belajar, praktik pembelajaran, dan program pengembangan kompetensi guru dengan satuan pendidikan di sekitarnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Orang tua perlu memastikan bahwa seluruh proses daftar ulang dilakukan melalui mekanisme yang diberikan panitia resmi. Simpan bukti pengumuman, nomor pendaftaran, dan tanda terima dokumen. Jangan memberikan kata sandi akun, kode verifikasi, atau data keuangan kepada pihak lain.

Apabila calon murid tidak dapat hadir atau mengalami kendala akses internet, keluarga sebaiknya segera menghubungi panitia SNT, dinas pendidikan, atau pemerintah daerah setempat. Kemendikdasmen sebelumnya meminta pemerintah daerah dan satuan pendidikan membantu calon murid yang menghadapi kendala akses maupun penyiapan dokumen.

Sumber Resmi