Kriteria MABIMS
Indonesia menggunakan kriteria imkanurrukyat MABIMS: tinggi Bulan toposentrik minimal 3° dan elongasi Bulan geosentrik minimal 6,4°.
Hitung posisi Bulan pada saat Matahari terbenam untuk kota dan tanggal pilihan. Tool ini membandingkan tinggi Bulan dan elongasi dengan ambang numerik MABIMS.
Ambang numerik MABIMS: tinggi Bulan minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°.
Indonesia menggunakan kriteria imkanurrukyat MABIMS: tinggi Bulan toposentrik minimal 3° dan elongasi Bulan geosentrik minimal 6,4°.
Status di halaman ini hanya membandingkan hasil astronomis dengan ambang numerik. Penetapan resmi awal bulan Hijriah di Indonesia dilakukan melalui mekanisme pemerintah dan sidang isbat Kementerian Agama.
Tool hanya memberikan verdict ambang MABIMS pada sunset pertama setelah ijtimak. Pada tanggal lain, data posisi tetap dihitung tetapi tidak dilabeli sebagai hilal awal bulan.
Posisi hilal untuk rukyat dievaluasi setelah Matahari terbenam. Tool mencari waktu sunset setempat lalu menghitung posisi Bulan pada saat tersebut.
Tinggi Bulan dihitung secara toposentrik dari lokasi pengamat, sedangkan elongasi dihitung secara geosentrik sesuai parameter PMA 1/2026. Hasil tidak memasukkan awan, kabut, kualitas horizon, optik, atau kondisi atmosfer lokal.
Kalkulator Hilal Indonesia ini membantu membaca posisi Bulan pada saat Matahari terbenam untuk kota dan tanggal pilihan. Hasil utama mencakup waktu sunset lokal, tinggi Bulan, elongasi Bulan–Matahari, umur Bulan sejak ijtimak, serta azimuth Bulan. Untuk evaluasi imkanurrukyat, tool membandingkan data pada sunset pertama setelah ijtimak dengan kriteria MABIMS yang berlaku di Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026, parameter imkanurrukyat menggunakan tinggi Bulan toposentrik minimal 3° dan elongasi Bulan geosentrik minimal 6,4°. Karena itu, kedua parameter pada halaman ini sengaja dibedakan agar pengguna tidak menyamakan ketinggian dari lokasi pengamat dengan sudut elongasi yang dihitung secara geosentrik.
Verdict MABIMS pada tool ini hanya digunakan pada sunset pertama setelah ijtimak. Jika pengguna memilih tanggal lain, angka astronomi tetap ditampilkan sebagai referensi, tetapi halaman tidak memberi label seolah-olah tanggal tersebut merupakan evaluasi hilal awal bulan. Pembatasan ini penting karena Bulan yang sudah berumur beberapa hari dapat memiliki tinggi dan elongasi besar walaupun bukan lagi hilal awal bulan.
Waktu terbenam Matahari dan tinggi Bulan bergantung pada koordinat pengamat. Karena itu Jakarta, Medan, Denpasar, Makassar, Jayapura, dan kota lain dapat menghasilkan nilai sunset dan tinggi Bulan yang berbeda pada tanggal yang sama. Tool menyediakan sembilan kota yang mewakili WIB, WITA, dan WIT agar pengguna dapat membandingkan kondisi berdasarkan lokasi pengamatan.
Tidak. Hasil di halaman ini adalah perhitungan astronomi dan pembandingan terhadap ambang numerik. Penetapan resmi awal bulan Hijriah di Indonesia tetap mengikuti ketentuan pemerintah, hasil hisab dan rukyat, serta Sidang Isbat Kementerian Agama. Status pada tool juga bukan jaminan bahwa hilal pasti terlihat karena kondisi atmosfer, awan, kualitas horizon, dan kemampuan instrumen dapat memengaruhi rukyat.
Rujukan utama kriteria adalah PMA RI Nomor 1 Tahun 2026 dan penjelasan resmi Kementerian Agama mengenai kriteria MABIMS.