Rabu, 23 September 2026 Sains • Astronomi • Antariksa
Semua Artikel RSS Raka Aster
Hisab Hilal

Kalkulator Hilal Indonesia

Hitung posisi Bulan pada saat Matahari terbenam untuk kota dan tanggal pilihan. Tool ini membandingkan tinggi Bulan dan elongasi dengan ambang numerik MABIMS.

Pilih kota dan tanggal.

Hasil Hisab Saat Matahari Terbenam

Sunset lokal
Tinggi Bulan
Elongasi geosentrik Bulan–Matahari
Umur Bulan sejak ijtimak
Azimuth Bulan
Ijtimak terdekat sebelumnya
Belum dihitung

Ambang numerik MABIMS: tinggi Bulan minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°.

Panduan

Cara Membaca Kalkulator Hilal

Kriteria MABIMS

Indonesia menggunakan kriteria imkanurrukyat MABIMS: tinggi Bulan toposentrik minimal 3° dan elongasi Bulan geosentrik minimal 6,4°.

Status bukan keputusan resmi

Status di halaman ini hanya membandingkan hasil astronomis dengan ambang numerik. Penetapan resmi awal bulan Hijriah di Indonesia dilakukan melalui mekanisme pemerintah dan sidang isbat Kementerian Agama.

Kapan verdict MABIMS dievaluasi?

Tool hanya memberikan verdict ambang MABIMS pada sunset pertama setelah ijtimak. Pada tanggal lain, data posisi tetap dihitung tetapi tidak dilabeli sebagai hilal awal bulan.

Mengapa dihitung saat sunset?

Posisi hilal untuk rukyat dievaluasi setelah Matahari terbenam. Tool mencari waktu sunset setempat lalu menghitung posisi Bulan pada saat tersebut.

Toposentrik, geosentrik, dan kondisi lapangan

Tinggi Bulan dihitung secara toposentrik dari lokasi pengamat, sedangkan elongasi dihitung secara geosentrik sesuai parameter PMA 1/2026. Hasil tidak memasukkan awan, kabut, kualitas horizon, optik, atau kondisi atmosfer lokal.

Sumber kriteria: Kementerian Agama RI menjelaskan kriteria MABIMS berupa tinggi minimum 3° dan elongasi minimum 6,4°. Lihat PMA 1/2026 dan penjelasan Kemenag. Perhitungan astronomi halaman ini menggunakan Astronomy Engine 2.1.19 di browser.
Panduan Hisab

Kalkulator Hilal Indonesia dan Kriteria MABIMS

Kalkulator Hilal Indonesia ini membantu membaca posisi Bulan pada saat Matahari terbenam untuk kota dan tanggal pilihan. Hasil utama mencakup waktu sunset lokal, tinggi Bulan, elongasi Bulan–Matahari, umur Bulan sejak ijtimak, serta azimuth Bulan. Untuk evaluasi imkanurrukyat, tool membandingkan data pada sunset pertama setelah ijtimak dengan kriteria MABIMS yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026, parameter imkanurrukyat menggunakan tinggi Bulan toposentrik minimal 3° dan elongasi Bulan geosentrik minimal 6,4°. Karena itu, kedua parameter pada halaman ini sengaja dibedakan agar pengguna tidak menyamakan ketinggian dari lokasi pengamat dengan sudut elongasi yang dihitung secara geosentrik.

Apa yang dihitung oleh kalkulator hilal?

  • Sunset lokal: waktu Matahari terbenam untuk kota yang dipilih.
  • Tinggi Bulan toposentrik: ketinggian Bulan dari horizon berdasarkan posisi pengamat.
  • Elongasi geosentrik: sudut pisah Bulan dan Matahari dilihat dari pusat Bumi.
  • Umur Bulan: selang waktu sejak ijtimak terdekat sebelumnya sampai sunset.
  • Azimuth Bulan: arah posisi Bulan pada horizon saat waktu perhitungan.

Kapan kriteria MABIMS dievaluasi?

Verdict MABIMS pada tool ini hanya digunakan pada sunset pertama setelah ijtimak. Jika pengguna memilih tanggal lain, angka astronomi tetap ditampilkan sebagai referensi, tetapi halaman tidak memberi label seolah-olah tanggal tersebut merupakan evaluasi hilal awal bulan. Pembatasan ini penting karena Bulan yang sudah berumur beberapa hari dapat memiliki tinggi dan elongasi besar walaupun bukan lagi hilal awal bulan.

Mengapa hasil berbeda antar kota di Indonesia?

Waktu terbenam Matahari dan tinggi Bulan bergantung pada koordinat pengamat. Karena itu Jakarta, Medan, Denpasar, Makassar, Jayapura, dan kota lain dapat menghasilkan nilai sunset dan tinggi Bulan yang berbeda pada tanggal yang sama. Tool menyediakan sembilan kota yang mewakili WIB, WITA, dan WIT agar pengguna dapat membandingkan kondisi berdasarkan lokasi pengamatan.

Apakah hasil kalkulator menentukan awal bulan Hijriah?

Tidak. Hasil di halaman ini adalah perhitungan astronomi dan pembandingan terhadap ambang numerik. Penetapan resmi awal bulan Hijriah di Indonesia tetap mengikuti ketentuan pemerintah, hasil hisab dan rukyat, serta Sidang Isbat Kementerian Agama. Status pada tool juga bukan jaminan bahwa hilal pasti terlihat karena kondisi atmosfer, awan, kualitas horizon, dan kemampuan instrumen dapat memengaruhi rukyat.

Sumber resmi dan alat terkait

Rujukan utama kriteria adalah PMA RI Nomor 1 Tahun 2026 dan penjelasan resmi Kementerian Agama mengenai kriteria MABIMS.