NASA melalui Jet Propulsion Laboratory merilis rangkaian gambar langka dari rover Perseverance yang memperlihatkan Bumi menghilang sesaat di balik Phobos, salah satu bulan Mars. Pengamatan itu direkam dari permukaan Mars pada 2 Juli 2026 dan dipublikasikan pada 5 Agustus 2026.
Dalam komposit sembilan gambar yang diambil menggunakan kamera Mastcam-Z, Bumi terlihat sebagai titik cahaya sangat kecil yang bergerak dari kiri atas menuju kanan bawah. Pada saat yang sama, Phobos melintas dari arah berlawanan. Keduanya kemudian bertemu dalam satu garis pandang sehingga Bumi tertutup oleh sisi gelap Phobos sebelum muncul kembali.
NASA menyebut pengamatan tersebut sebagai pertama kalinya manusia merekam dari permukaan planet lain ketika Bumi menghilang di balik sebuah objek. Momen itu tidak hanya menghasilkan dokumentasi yang unik, tetapi juga menunjukkan ketelitian perencanaan observasi tim Perseverance.
Pengambilan gambar dilakukan sekitar pukul 19.00 waktu Matahari setempat di Mars, pada hari Mars ke-1.907 atau sol ke-1.907 misi Perseverance. Rover ketika itu berada di kawasan tepi Kawah Jezero, lokasi yang telah dijelajahinya sejak mendarat pada Februari 2021.
Dari posisi Perseverance, Phobos tampak jauh lebih besar dibandingkan Bumi. Bulan berbentuk tidak beraturan tersebut memiliki lebar sekitar 27 kilometer dan mengorbit sangat dekat dengan Mars, sekitar 7.800 kilometer dari permukaan planet.
Sebaliknya, Bumi berada sekitar 314 juta kilometer dari rover ketika gambar diambil. Jarak yang sangat jauh itu membuat planet tempat tinggal manusia hanya tampak sebagai sebuah titik cahaya seukuran piksel.
Mendapatkan posisi Bumi tepat di belakang Phobos membutuhkan perencanaan dan sedikit keberuntungan. Phobos melintasi langit Mars sekitar tiga kali sehari, sedangkan Bumi dapat terlihat selama berbulan-bulan. Namun, penyelarasan keduanya dalam satu garis pandang hanya terjadi pada waktu tertentu.
Justin Maki, wakil peneliti utama Mastcam-Z dan ilmuwan pencitraan Perseverance, menggambarkan komposit tersebut sebagai potret diri Bumi yang unik dari permukaan planet lain. Mark Lemmon dari Space Science Institute merencanakan pengamatan dan menyusun rangkaian gambarnya.
Peristiwa seperti ini dalam astronomi disebut okultasi. Istilah tersebut digunakan ketika benda yang tampak lebih besar dari sudut pandang pengamat menutupi benda lain yang berada di belakangnya. Dalam kasus ini, Phobos menutupi Bumi dari pandangan kamera Perseverance.
Okultasi berbeda dengan gerhana dan transit. Gerhana terjadi ketika sebuah benda masuk ke dalam bayangan benda lain. Sementara itu, transit terjadi saat objek yang tampak lebih kecil melintas di depan objek yang terlihat lebih besar tanpa menutupinya sepenuhnya.
Perseverance sebelumnya juga merekam transit Phobos dan Deimos ketika keduanya melintas di depan Matahari. Pengamatan semacam itu membantu ilmuwan mempelajari orbit kedua bulan Mars serta perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Kamera Mastcam-Z menjadi instrumen utama dalam pengamatan terbaru ini. Sistem kamera tersebut dapat melakukan pembesaran, menghasilkan gambar berwarna, dan membantu ilmuwan mempelajari bentang alam, batuan, debu, serta kondisi atmosfer Mars.
Arizona State University memimpin pengoperasian Mastcam-Z. Pengembangan dan operasional instrumen juga melibatkan Malin Space Science Systems serta sejumlah lembaga mitra. Rover Perseverance dibangun dan dioperasikan oleh JPL, yang dikelola Caltech untuk NASA.
Selain memiliki nilai ilmiah, rangkaian gambar tersebut memperlihatkan betapa kecilnya Bumi ketika dilihat dari dunia lain. Planet yang menjadi tempat tinggal seluruh manusia tampak hanya sebagai titik redup di langit Mars, sedangkan Phobos yang ukurannya jauh lebih kecil terlihat dominan karena berada sangat dekat dengan rover.
Perseverance dikirim ke Mars untuk meneliti geologi Kawah Jezero, mencari petunjuk kemungkinan kehidupan mikroba purba, dan mengumpulkan sampel batuan. Sampel itu disimpan dalam tabung khusus untuk kemungkinan diambil melalui misi lanjutan pada masa depan.
Kawah Jezero dipilih karena para ilmuwan menemukan bukti bahwa kawasan tersebut pernah memiliki danau serta delta sungai. Penelitian batuan di wilayah itu diharapkan memberi gambaran mengenai kondisi lingkungan Mars miliaran tahun lalu.
NASA menyusun komposit utama dari sembilan gambar dan menyertakan anotasi agar pergerakan Bumi serta Phobos lebih mudah dikenali. Dokumentasi tersebut memperlihatkan cakrawala Mars, area langit yang diamati, serta pembesaran rangkaian posisi kedua benda langit.
Pengamatan ini menjadi salah satu potret paling tidak biasa tentang Bumi. Alih-alih dipotret dari orbit dekat atau dari permukaan Bulan, Bumi terekam sebagai titik cahaya yang sempat menghilang di balik satelit kecil Mars dari jarak ratusan juta kilometer.
Sumber: NASA/JPL. Dokumentasi gambar: NASA/JPL-Caltech/ASU/MSSS/SSI.